Kegagalan Tak Perlu Ditakuti

Saya katakan selamat bagi anda yang pernah mengalami kegagalan. Perlu anda ketahui bahwa dengan kegagalanlah anda punya sikap berani beresiko dalam melakukan sesuatu. Karena kegagalan pula anda akan mendapatkan motivasi lebih untuk melakukan atau mencobanya lagi dengan berbagai cara (pendekatan baru) untuk sebuah keberhasilan.

Pada prinsipnya semua orang memang takut akan kegagalan. Mengapa demikian? Coba lihat, orang sukses dengan orang gagal pasti lebih banyak orang sukses yang dibicarakan.

Anda pasti kenal dengan Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Andy F. Noya, Bob Sadino dan lain sebagainya. Coba pikirkan, mereka terkenal karena kegagalannya atau kesuksesannya? Jelas karena kesuksesannya. Meski mereka sempat merasakan kegagalan, tapi seandainya mereka tidak sukses apakah terkenal? (jawab sendiri). Ini hanya contoh bahwa orang tidak suka membicarakan kegagalan.

Lantas, apakah harus takut dengan kegagalan? Tidak perlu takut, syukuri saja. Ada dua tipe kegagalan yang saya ketahui dari buku "Motimorphosis" karya Aris Ahmad Jaya dan Siswoyo Haryono. Pertama kegagalan peristiwa, yaitu kegagalan yang hanya dilalui mereka yang berani bangkit, mereka tak peduli berapa kali gagal namun mereka terus berani bangkit sekuat usaha. Kedua dan terakhir adalah kegagalan abadi, yaitu kegagalan yang dipelihara atau mereka yang tidak mau bangkit kembali setelah terperosok ke dalam kegagalan.

Saya menulis ini karena saya pernah mengalami kegagalan. Dulu saya punya misi untuk masuk perguruan tinggi dengan beasiswa (tanpa membebankan orangtua), saya ambil jalur Bidikmisi. Usaha saya dimulai dari tahun 2014, berbagai test saya ikuti dan saya dinyatakan tidak lulus. Ini adalah kegagalan yang membuat saya berani untuk melakukan lebih ditahun berikutnya. Saya merasa masih banyak yang harus diperbaiki dari tahun 2014, karena itu saya tingkatkan lagi belajar dan doanya. Di tahun 2015 saya mencobanya kembali dan lagi-lagi saya gagal, namun gagalnya saya hanya untuk jalur PTN, kemudian saya mencobanya di jalur PTAIN dan disinilah akhirnya saya diterima di STAIN Jurai Siwo Metro dengan Bidikmisi.

Bisa dibayangkan jika saya tidak mau untuk bangkit, mungkin tulisan ini tidak pernah ada atau bahkan anda tidak akan mengenal saya.

Bukan hanya saya saja, saya yakin anda juga pasti pernah mengalami kegagalan. Namun yang perlu ditanyakan adalah kegagalan mana yang anda pilih. Kegagalan peristiwa atau kegagalan abadi? Anda sendiri yang dapat menentukan.

Anda dikatakan gagal hanya jika anda berhenti untuk berusaha atau bangkit. Sebab itu, yang perlu dilakukan adalah bangkit... bangkit... dan bangkit. "Tak peduli mau berapa kali gagal, yang penting adalah keinginan untuk bangkit dari kegagalan". Jika anda bangkit maka gagal hanyalah sebuah peristiwa namun jika tidak bangkit maka gagal adalah diri anda sendiri.

"Tidak ada usaha yang sia-sia" anda hanya perlu untuk terus melakukan. Keberhasilan bukan sekedar dinilai dari prestasi yang telah dicapai namun juga tergantung pada berapa kali anda sabar dalam mengatasi kesulitan (kegagalan) tersebut. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan .” (QS. An Nasyr: 5)

___
Wallahu A'lam Bishawab.
Semoga bermanfaat.

Metro, 26 Maret 2016

0 Response to "Kegagalan Tak Perlu Ditakuti"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel