Kamu Dikatakan "Nggak Gaul"?

Pernah di kongekin begitu? Saya yakin sekali pembaca pasti pernah. Tak peduli apa yang mereka katakan, terkadang hanya guyonan, ada yang sengaja menghina, menyindir, dan banyak lagi motifnya.

Sebenarnya pengelompokan "gaul" dan "nggak gaul" itu sah saja. Jadi wajar kalau mereka mengatakan hal itu. Yang jadi pertanyaan "Seberapa gaul kah dirimu?"

Istilah "gaul" atau "nggak gaul" itu hanya sebuah pengelompokan trend yang sifatnya sesaat. Jika membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia "gaul"  diartikan sebagai berteman atau bersahabat. Karena itu, orang yang dikatakan "nggak gaul" oleh kelompok tertentu bisa saja "gaul" di tempat yang lain.

Contoh gampangnya seperti ini: seorang yang fans dengan sepakbola, ia paham betul berbagai berita terupdate tentang bola bahkan ia memiliki banyak pakaian bola. Pada waktu yang sama ia harus masuk ke sebuah lingkungan yang mayoritas semuanya menyukai olahraga basket, otomatis ia tidak tahu berbagai hal tentang basket dan pasti dikatakan "nggak gaul".

Contoh lain: seorang wanita yang fans dengan artis barat, ia mengikuti berbagai gaya pakaian yang sangat ketat hingga gaya rambut berwarna dan terurai. Di kesempatan yang sama dengan gayanya itu, ia harus masuk pada sekumpulan wanita berhijab. Pasti ia merasa asing dan apa yang ia anggap "gaul" tidak berlaku lagi. 

Jadi, jika dikatakan "nggak gaul" santai saja, pede saja dan cuek saja. Mending dikatakan "nggak gaul" karena hanya dirumah saja di malam minggu tapi sibuk belajar dengan adiknya. Mending dikatakan "nggak gaul" karena nggak punya pacar tapi fokus sama belajar (cewek/cowok bakal datang sendiri kalau kita cerdas). Mending dikatakan "nggak gaul" karena nggak hafal lagu populer tapi sibuk hafalan tugas Al-Quran. Mending dikatakan "nggak gaul" saat tidak merokok tapi suka makan snack. Mending dikatakan "nggak gaul" karena tidak minum-minuman keras tapi suka minum teh, serta masih banyak lagi istilah "nggak gaul" yang biasanya terlontarkan.

Kesimpulannya, gaul itu hanya area relatif dengan siapa kita berkumpul dan berteman. Namun, bukan artinya kita harus memusuhi mereka yang kita anggap "gaul" nya kurang baik. Kita harus tetap membaur tanpa melebur dengan memperkokoh iman, perbanyak teman dan wawasan, serta jauhi keburukannya.

Dalam bergaul Rasulullah SAW pun sempat menyarankan "Jika bergaul dengan penjual minyak wangi, setidaknya kau akan dapatkan bau harumnya. Jika bergaul dengan pandai besi, setidaknya kau akan dapatkan bau asap yang tidak enak." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kurang lebihnya seperti itu.

Wallahu A'lam Bishawab.
Semoga bermanfaat.

0 Response to "Kamu Dikatakan "Nggak Gaul"? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel