Tentang IP Semester Satu

Sesaat aku melihat kembali proposal 2016. Tertulis di paling awal "IPK Semester satu harus 4,00". Memang ini adalah hal yang paling aku tunggu dari daftar proposal hidup tahun 2016 lainnya. Menjadi mahasiswa baru, melihat KHS dengan IP 4,00 jelas akan terasa membahagiakan.

Untuk mendapat IP tersebut haruslah serius dalam menjalankan perkuliahan. Yups.... semuanya aku jalani dengan nikmat. Hanya saja dua mata kuliah tidak terlalu aku nikmati, Bahasa Indonesia dan Filsafat Umum. Sebab dua mata kuliah ini dosen tidak pernah masuk, jelas terasa membosankan.

Dalam mengejar target IP ini, aku harus menjadi mahasiswa aktif, cepat dalam menyelesaikan tugas, hebat dalam presentasi, nilai ujian harus besar.

Dan pada akhirnya, ketika sembilan mata kuliah telah selesai sampai UAS. Tiba lah saatnya menunggu hasilnya.

Tujuh mata kuliah telah memanjakan diriku, semua nilainya A. Terbuka harapan untuk mencapai target proposal itu.

Tersisa dua mata kuliah yang belum muncul nilainya. Aku menunggu hingga batas akhir penyetoran nilai ke sismik. Ternyata tak kunjung muncul juga nilai ini.

Hingga akhirnya, dua mata kuliah yang aku ragukan pun muncul nilainya. Hal yang membuatku ragu adalah, dosen tak pernah masuk dan ujug-ujug uts juga uas lalu memberikan nilai. Dalam hati "percuma keaktifanku jika dosen tidak melihatku seperti ini".

Pertama, aku melihat nilai filsafat umum yang hanya memberikan B. Padahal setiap presentasi aku selalu menanggapi berbagai jawaban hasil diskusi. Disitulah keaktifanku, namun sayang, berkas presentasi tidak diberikan ke dosen. Bagaimana mau diberikan, dosen saja tidak ada, ia sedang sibuk dengan urusannya di jogja. So.. Berkas yang berisi hasil diskusi sekelas dan juga hasil keaktifan mahasiswanya tidak dilihat olehnya. Lalu nilai sudah muncul begitu saja.

Dalam hati ini, harapan atas proposal 2016 telah berakhir, tak akan mungkin IP 4,00 jika sudah ada B.

Dan yang terakhir, nilai bahasa Indonesia. Aku kaget bahkan emosi atas penilaian dosen satu ini. Aku tak menyangka nilaiku bisa C. Padahal nilai presentasi dan keaktifanku di kelas adalah yang paling besar. Inilah sebabnya jika dosen tak pernah masuk. Meski aku sudah menyetorkan daftar rekap nilai presentasi  itu padanya tapi mungkin hanya ditaruhnya dimeja tanpa dilihat. Dosen ini sulit sekali ditemui, entah sibuk apa tak ada yang tahu.

Pada akhirnya IP yang aku harapkan bisa mencapai 4,00 hanya mampu sebatas 3, 70. Memang cumlaude, tapi hati tetap merasa tidak rela atas penilaian dua dosen itu, bahkan mereka tidak transparansi nilai.

Mau complain susah ditemui, di sms nggak pernah balas, ditelfon meski aku sudah berkata memohon ia cuma mengatakan "nggak ada perbaikan, nilai C itu sudah cukup dan lulus".

Yasudah, memang keputusan dosen bersifat mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat (seperti undian berhadiah, dan sayangnya hadiah itu belum jatuh disaya).

Dan mungkin aku akan mengulang mata kuliah bahasa indonesia di lain waktu, dan yang pasti dengan dosen berbeda.

***
Aku Ahmad Mustaqim, Mahasiswa sekaligus ketua tingkat PGMI STAIN Jurai Siwo Metro. Aku orang yang aktif dikelas. Apakah aku pandai, cerdas? Hanya orang lain yang akan mengatakan hal itu.

___
Ya Allah, mudahkanlah aku dalam meraih cita-cita sebagai dosen, guru, motivator, dan penulis aamiin.

0 Response to "Tentang IP Semester Satu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel