Sebuah Cerita tentang Filosofi Pelangi

Sore ini, dihari kamis  yang penuh dengan gerimis. Suasana rumah begitu ramai, anak-anak pada datang untuk mengaji. Meski sedikit hujan mereka tetap semangat untuk datang.

"Mas amad, lihat'o itu ada pelangi, di poto mas" teriak salah satu anak dari depan rumahku. Aku pun mengabaikan karena hanya sekedar pelangi dan bagiku itu hal biasa.

Dan tepat di sore ini setelah maghrib, adik bungsu ku bercerita dan bertanya tentang pelangi tadi.
"Tadi nggak di poto lho mas bagus'e?"
"Helleh... Cuma pelangi"
"Sebenarnya pelangi itu dari mana tho mas?" ia bertanya dengan penasaran.
"Itu karena disini hujan terus dilain tempat ada yang panas, sinarnya mengenai air hujan itu dan pantulannya sampai ke awan, jadi deh pelangi. Yang jelas itu namanya pembiasan cahaya matahari, nanti kamu belajar itu" jawabku dengan sok tahu.
"Coba tiap hari ada pelangi, di sana(timur) ada pelangi dan disana(barat) ada pelangi pasti bagus ya mas"
"Iya bagus'e polll" ungkapku menyelesaikan perbincangan.


***
Membahas pelangi, saya pun mendapatkan sebuah filosofi. Kita tahu bahwa pelangi itu berbeda-beda warna. Ada warna Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu. Karena perbedaan inilah pelangi bisa begitu indah.

Begitulah dalam menjalani hidup. Tuhan telah menciptakan kita semua dengan berbeda-beda bahkan sampai sidik jari tidak ada yang sama.

Dan akhirnya, sebuah perbedaan jika disatukan akan menghasilkan hal baru yang begitu indah. Maka, dalam hidup ini kita tidak boleh menyalahkan begitu saja atas segala perbedaan yang ada. Apalagi dalam diskusi, kalau ada perbedaan pendapat jangan merasa bahwa dirimu begitu benar dan tidak menerima pendapat lain.
Jadilah seperti pelangi, satukan perbedaan demi sebuah keindahan.


___
Semoga terhibur hahaha
Kamis, 17.30 WIB. 25 Februari 2016 


0 Response to "Sebuah Cerita tentang Filosofi Pelangi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel