Review Film Kingdom of Heaven (Kerajaan Surga)

Kingdom of Heaven, sudah lama saya tidak menonton film ini kembali. Terakhir saat saya masih duduk dibangku kelas sebelas SMA. Film yang menceritakan tentang perang salib, yaitu antara pasukan kristen dan pasukan muslim. Dalam film ini, sesuai sejarah bahwa pasukan muslim hendak menaklukkan kota Yerusalem dari pasukan kristen yang kejam.

Saya belum mengetahui rinci sejelasnya tentang sejarahnya. Tetapi dalam film ini saya dapati sosok Salahuddin al Ayyubi sebagai pemimpin pasukan muslim adalah sosok yang sangat menghargai perdamaian.

Dalam film ini, sebab terjadinya perang salib adalah pasukan kristen melanggar perjanjian damai dengan pasukan muslim, yaitu membantai kaum muslim tanpa salah apapun. Juga karena sang raja kristen yang kejam Guy de Lusignan membunuh adik perempuan Salahuddin.

Guy de Lusignan sendiri adalah suami dari putri raja Yerusalem. Karena raja wafat maka Guy atas keputusan istrinya diangkat menjadi raja. Guy adalah sosok raja yang kejam, egois, dan hanya memimpin menggunakan emosinya.

Karena sifatnya itu ia ingin berperang untuk menaklukkan Salahuddin. Ia tidak pernah berfikir jernih dalam memimpin. Kebodohannya adalah saat ingin melawan dan menaklukkan Salahuddin, ia mendatangi pasukan Salahuddin yang letaknya jauh dari pusat kerajaan dan tidak membawa persediaan air untuk pasukannya.

Alhasil, sesampainya didepan Salahuddin, tentara Guy dengan mudah ditaklukkan. Kesempatan ini tidak disia-siakan Salahuddin, ia langsung mendatangi Yerusalem yang sedang kosong kepemimpinan untuk ditaklukan. Namun tak dipungkiri ada sosok ksatria dari pasukan kristen bernama Balian yang menjadikan dirinya seorang pemimpin untuk mempertahankan Yerusalem.

Dihadapan sang Ratu Yerusalem (istri Guy), Balian diberi pesan untuk melindungi seluruh rakyatnya. Namun ada salah satu pasukan kristen dibawah kepemimpinan Balian berbicara "kita tidak akan menang kecuali dengan kesepakatan". Akhirnya mereka pasukan kristen hanya bertahan sekuat mungkin untuk menyelamatkan rakyatnya (kristen).

Sekuat apapun pertahanan pasukan kristen, dibawah pimpinan Salahuddin pasukan muslim yang didukung dengan banyaknya pasukan yang dibawa akhirnya bisa meruntuhkan pertahanan Yerusalem. Namun karena Salahuddin adalah pemimpin yang cinta kedamaian, ia pun tidak langsung masuk ke Yerusalem untuk menghabisi pasukan kristen meski ia bisa.

Di akhir, Salahuddin meminta kesepakatan kepada Balian. "Tinggalkan Yerusalem dan serahkan kepadaku, rakyatmu (wanita, anak-anak, orangtua dan semuanya) silahkan tinggalkan Yerusalem dan akan kami kawal sampai tujuan". Mendengar kesepakatan ini Balian pun mempertimbangkan. Ia tahu bahwa jika perang berlanjut tentaranya akan kalah dan habis, rakyat pun tidak akan terlindungi. Meski ia hanya ksatria dan bukan raja, dengan berani ia pun menyepakati.

Akhirnya, Yerusalem berhasil dikuasi oleh pasukan Muslim. Salahuddin tidak membalas dengan membantai para pasukan kristen, melainkan membiarkan mereka hidup dengan meninggalkan Yerusalem. Sebelum meninggalkan Yerusalem Balian mendatangi Ratunya dan berkata, " Yerusalem aku serahkan, tapi Kerajaanmu selalu ada, disini(di pikiran) dan disini(di hati)."

***
Film ini sedikit mengungkap tentang sejarah perang salib, meski dalam film ini terdapat dua pasukan berbeda agama tetapi dari semua pemeran film adalah non muslim. Sosok Salahuddin al Ayyubi, seorang khilafah yang terkenal sepanjang sejarah Islam. Sosoknya yang baik dan cinta damai telah diperankan hebat dalam film ini.

Kita bisa mengambil hikmah, jika Guy adalah pemimpin yang sangat kejam dan tidak punya hati, maka Balian adalah pemimpin yang selalu menggunakan pikiran hebatnya. Lantas dari semua itu sosok Salahuddin al Ayyubi merupakan pemimpin yang menggunakan pikiran dan hati secara seimbang. Maka tak heran jika diakhir Balian berbicara "Yerusalem aku serahkan, tapi Kerajaanmu selalu ada, disini(di pikiran) dan disini(di hati)" kepada ratunya.

Saya pun teringat dengan sebuah hadits "Ingatlah bahwa didalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia buruk, maka buruk pula seluruh jasad. Ketahuilah ia adalah Hati." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sepenuhnya memiliki Hati yang baik dan pikiran yang bijak.
___
Jika penasaran silahkan download saja film nya.
*semoga ada manfaatnya.

0 Response to "Review Film Kingdom of Heaven (Kerajaan Surga) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel