Sejarah Bhinneka Tunggal Ika

Kita tahu, bahwa empat pilar bangsa Indonesia adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kali ini saya akan sedikit mengungkapkan sejarah semboyan bangsa Indonesia ini.

Bhinneka Tunggal Ika, kalimat tersebut lebih lengkapnya terdapat dalam kitab yang dituliskan oleh Mpu Tantular yaitu pada masa kerajaan Majapahit 14M. Ia menuliskan "Rwaneka dhatu winumus Buddha Wisma, Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa" artinya bahwa agama Buddha dan Siwa(Hindu) adalah zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina(Buddha) dan Siwa(Hindu)  adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi tetap satu jua dan tak ada dharma yang mendua.

Bhinneka Tunggal Ika dalam bahasa jawa kuno, secara harfiah diartikan sebagai Beragam Satu Itu. Semboyan ini semula dimaksudkan agar Buddha dan Hindu dapat hidup damai dan harmonis, sebab kebenaran ajaran mereka adalah tunggal.

Perlu diketahui bahwa Mpu Tantular adalah penganut agama Buddha Tantrayana sedangkan Majapahit adalah kerajaan yang bercorak Hindu.

Oleh para pendiri bangsa tulisan Mpu Tantular ini lebih ditafsirkan lagi, karena dinilai relevan dengan keadaan Indonesia yang beragam agama, suku, adat, budaya, bahasa, dan ideologi politik. Tercatat bahwa Muh. Yamin adalah tokoh pertama yang mengusulkan kepada Bung Karno agar Bhinneka Tunggal Ika dijadikan sebagai semboyan negara.

Dan akhirnya, atas dasar pemikiran tersebut  dijadikanlah semboyan "keramat" ini yang terpampang melengkung dalam cengkeraman kedua kaki Burung Garuda.

___
Referensi: "Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" Sekretariat Jenderal MPR RI


Semoga bermanfaat.

0 Response to "Sejarah Bhinneka Tunggal Ika"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel