ISIS, Penyelewengan Jihad

Akhir-ahkir ini sering kita melihat dan mendengar nama ISIS, di televisi, media cetak, dan media sosial. Apalagi kasus bom Jakarta kamis lalu (14/1) yang di kleim kuat berasal dari ISIS membuat nama tersebut menjadi pembahasan utama di berbagai media (Headline).

(Gambar by Islampos)

Nama ISIS tentu tidak asing lagi bagi kita. ISIS atau Islamic State of Iraq and Syiria adalah organisasi dari timur tengah  yang mengatasnamakan dirinya Islam. Tujuan dari organisasi ini adalah mendeklarasikan sebuah negara Islam(khilafah). Konon katanya hampir seluruh negara pasti ada warganya yang ikut dengan organisasi ini, termasuk Indonesia.

Membahas ISIS, sebenarnya apa yang salah dari ISIS?
Menurut saya, kesalahan mereka adalah penyelewengan makna jihad, mereka selalu melakukan aksi membunuh tanpa pandang bulu yang mengatasnamakan Allah(Jihad). Kesalahan inilah yang kerap dilakukan teroris, dengan dalih membunuh orang kafir. Padahal dalam Islam, para ulama dari waktu ke waktu sudah menjelaskan bahwa tidak semua kafir boleh dibunuh.

Seperti yang saya kutip dari artikel "Mas Abim di Kompasiana.com". Ada empat macam kafir berdasarkan penjelasan para ulama.
  • Pertama: kafir harbiy, yaitu orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Inilah orang kafir yang boleh untuk dibunuh.
  • Kedua: kafir dzimmy, yaitu orang kafir yang tinggal dinegeri kaum muslimin, tunduk dengan aturan-aturan yang ada dan membayar jizyah, maka tidak boleh dibunuh.
  • Ketiga: kafir mu’ahad, yaitu orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin untuk tidak saling berperang, selama ia tidak melanggar perjanjian tersebut maka tidak boleh dibunuh.
  • Keempat: kafir musta’man, yaitu orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin, maka tidak boleh bagi kaum muslimin yang lainnya untuk membunuh orang kafir jenis ini. Dan termasuk dalam kategori ini adalah para pengunjung suatu negara yang diberi izin masuk (visa) oleh pemerintah kaum muslimin untuk memasuki wilayahnya.
Larangan membunuh kafir ini berdasarkan hadits Rasulullah Saw, “Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. Al-Bukhari)

Al-Quran juga menjelaskan ganjaran bagi pembunuh ….barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya...” (QS. Al-Maidah : 32)

Bisa disimpulkan bahwa ISIS adalah sebuah organisasi radikal bukan agama radikal, terkait mereka yang selalu mengatasnamakan Islam, tentu akan menimbulkan dampak buruk bagi Islam itu sendiri. Dunia akan mengalami Islamophobia(ketakutan terhadap Islam) dan penyematan teroris untuk Islam akan menjadi hal biasa bagi dunia barat. Karena itu tak heran jika suatu saat terjadi teror lain, negara-negara barat akan menuduh ISIS lah dalangnya, dan yang parah Islam lagi-lagi dikaitkan dalam terorisme.

Memaknai jihad sebagai penegakkan agama Allah tentu tidak harus dengan cara radikal seperti ISIS. Kita dapat menerapkan jihad dalam kehidupan sehari-hari dengan cara memperbaiki kualitas sosial kaum muslimin di masyarakat seperti:
  • Memperjuangkan, melindungi dan membantu kaum dhu’afa dari kefakiran, kekufuran, kemiskinan, serta ketertinggalan.
  • Mendorong ummat Islam untuk mengamalkan ajaran agama dengan baik.
  • Membangun sarana dakwah, pusat penelitian, pendidikan, dan pengembangan sains dan teknologi.
Islam bukan lah agama radikal, Islam bukan berarti teroris. Teroris adalah teroris, seseorang yang berniat untuk membunuh orang lain tanpa dasar apapun. Seorang Islam tidak akan melakukan itu, agama Islam jelas melarang radikalisme yang dilakukan ISIS.

Wallahu A'lam Bishawab 

0 Response to "ISIS, Penyelewengan Jihad"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel