Aku Mahasiswa (STAIN Jurai Siwo Metro)

Tak terasa, sudah satu semester ini aku menjadi seorang mahasiswa. Mahasiswa di perguruan tinggi islam negeri, STAIN Jurai Siwo. Perguruan tinggi yang tak jauh dari rumahku, masih dalam lingkup kota Metro. Untuk pergi kuliah atau pun pulang aku tak butuh waktu lama, hanya sekitar 15menit, dan yang pasti aku tak perlu menjadi anak kost.
Tak pernah aku menduga bisa menjadi mahasiswa STAIN. Dalam pikiranku kala itu, “Tahun ini, aku harus masuk perguruan tinggi” yang terpikir adalah Universitas Lampung dan Universitas Negeri Yogyakarta. Karena itu, aku mendaftarkan diri sebagai peserta test di kedua PTN tersebut. Namun kenyataannya, mereka tak mau menerimaku walaupun aku sudah mencobanya berkali-kali.

STAIN Jurai Siwo, sebuah perguruan tinggi yang masih berlabel “Sekolah Tinggi”, walaupun demikian dia adalah satu-satunya perguruan tinggi negeri di kotaku. Namun, baru-baru ini terdengar kabar bahwa akan berubah nama menjadi IAIN Metro. Aku pun ikut senang dengan kabar tersebut dan semoga kampusku ini bisa jauh lebih baik lagi kedepannya.

Perjalananku hingga menjadi seorang mahasiswa STAIN bisa dikatakan beruntung. Saat itu, aku merupakan orang yang sangat berkeinginan untuk masuk di Universitas Lampung. Pikiranku hanya fokus bagaimana caranya bisa lulus di UNILA dan tidak pernah memikirkan peluang perguruan tinggi yang lain.

Segala usaha aku lakukan untuk jebol di UNILA, aku ikut bimbel PTN, belajar tekun, dan ditambah dengan berdoa. Aku juga memaksimalkan peluang-peluang yang ada, namun tetap saja UNILA tak mau menerimaku.

Hingga akhirnya, ada sebuah peluang untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri. Tak mau aku sia-sia kan, aku pun mendaftar UM-Mandiri di STAIN Jurai Siwo Metro. Kala itu, pendaftarannya adalah yang terakhir dari STAIN Jurai Siwo.

Hal yang tidak pernah aku duga pun akhirnya terjadi, awalnya yang tak pernah terpikirkan olehku tentang STAIN, pada akhirnya aku dinyatakan lulus dan diterima oleh STAIN Jurai Siwo.

Lulus diperguruan tinggi malah membuat kedua orangtuaku sedikit pusing, karena bagi mereka kuliah itu mahal biayanya, wajar saja mereka beranggapan seperti itu, karena orangtuaku hanyalah kalangan masyarakat ekonomi kebawah. Karena itu, lulus di STAIN, aku langsung mengajukan beasiswa Bidikmisi.

Dan... Alhamdulillah aku diterima bidikmisi oleh STAIN Jurai Siwo. Aku pun bersyukur atas kesempatan ini, aku belajar banyak dari hikmah yang ku dapatkan. Sahabatku pernah mengatakan “God's plan is always more beautiful than our desire”. Jelas, sehebat apapun rencana, usaha, dan doa, Allah maha tahu dan rencanaNya lah yang terbaik.

Seperti pepatah “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,”. STAIN Jurai Siwo, Engkaulah kampusku tercinta saat ini. Aku adalah salah satu mahasiswa yang beruntung diberikan Bidikmisi olehmu. Meski awalnya aku tak pernah memikirkan untuk menjadi mahasiswamu, ku ucapkan terimakasih atas kesempatan ini. Kau memberiku kesempatan untuk menjadi mahasiswa di perguruan tinggi negeri, memberiku kemudahan dalam kuliah dengan bidikmisimu. Kau memudahkanku untuk selalu bisa bertemu kedua orangtuaku, ini tak akan aku rasakan jika aku kuliah jauh disana, kau membuatku bisa dekat dengan adik – adikku yang dengan mudah setiap hari aku bisa mengajarinya dalam belajar, dan kau memberiku wawasan agama yang lebih, ini tak akan aku dapatkan seandainya aku lulus PTN yang kuharapkan itu. Terimakasih ku ucapkan untukmu.

Aku juga berterimakasih pada Allah yang memberikan kesempatan berharga ini serta memudahkannya; Guruku yang telah memberikan informasi banyak tentang PTN/PTS/PTAIN dan informasi beasiswa; Kedua orangtuaku yang selalu mendukung, mendoakan dan memfasilitasi sampai saat ini; Serta sahabat dan teman – temanku semuanya, kalian yang selalu menyemangati, yang membuatku iri dengan perguruan tinggimu, tapi inilah yang membuatku sepenuhnya semangat.

Aku sadar, bagiku dimanapun tempat menuntut ilmu, baik dikampus yang hebat ataupun biasa saja, orang cerdas akan selalu cerdas. Kampus hanyalah tempat mencari ilmu sebanyak – banyaknya. Seperti organisasi, kami bersatu dengan visi yang sama, dari sinilah kami saling sharing pengalaman dan juga ilmu baru.

Masuk dalam dunia akademik, menjadi mahasiswa adalah harapanku kala itu. Dan saat ini harapan itu telah tercapai. STAIN Jurai Siwo Metro engkaulah kampusku, tempat yang akan kujadikan sebagian jalan untuk meraih cita – cita ini. Semoga kau bisa memberikan apa yang aku butuhkan untuk meraih cita-cita yang selalu aku harapkan. Aamiin. 

Namaku Ahmad Mustaqim, seorang yang bercita-cita menjadi, Rektor, Dosen, Guru, Motivator, dan Penulis. Aamiin 

__
Mengenang perjuanganku untuk menjadi seorang mahasiswa. 
Urutan Story:

0 Response to "Aku Mahasiswa (STAIN Jurai Siwo Metro) "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel