Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Perkembangan Studi Islam di Jerman

METODOLOGI STUDI ISLAM
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Perkembangan Studi Islam di Barat
(Studi Islam di Jerman)
Dosen pengampu : Dedi Wahyudi, M.Pd.I


Disusun oleh :
LAILI YENI TRIANA
NPM :1501050117

KELAS : PGMI B

JURUSAN TARBIYAH
PNDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO

SEMESTER GANJIL 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt, yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya kepada saya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga Allah Swt senantiasa mencurahkan taufiq, rahmat serta hidayahnya kepada kita semua, Saya menyadari  tentu nya makalah ini masih banyak kekurangan maka dengan kerendahan hati saya mengharapkan kritik yang bersifat membangun dan saran demi kesempurnaan dalam penulisan-penulisan selanjutnya, serta saya berharap semoga hasil dari tulisan ini dapat bermanfaat, baik bagi saya maupun kepada semua pihak.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya hingga terselesaikannya makalah ini.
    
Metro,.....................2015
Penulis


LAILI YENI TRIANA














DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................. i
KATA PENGANTAR.............................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang..........................................................
1.2 Rumusan masalah......................................................
BAB II PEMBAHASAN
   2.1 Studi islam.............................................................   
   2.2 Periodesasi jerman.................................................... 
   2.3 Orientasi dan metode.................................................           
   2.4 Tantangan dan prospek.............................................
BAB III PENUTUP..................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................          
    


















BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Islam menyebar keseluruh dunia tidak terkecuali di dunia barat khusus nya negara jerman. Penyebaran ini berakibat dari kemudahan teknologi transportasi yang memudahkan manusia untuk berpindah-pindah dari negara satu ke negara lain bahkan dari benua satu ke benua yang lain nya. Islam sudah berkembang pesat di negara eropa, hingga keberadaan Islam sekarang ini sudah menjadi agama yang besar dan kedudukan nya sudah diperhitungkan. Dalam perkembangannya, dunia barat berkembang sangat pesat dari ilmu pengetahuan dan tekhnologi nya.
Dalam hal ini ilmu studi islam banyak mempengaruhi perkembangan dunia barat, studi  Islam mengajarkan kehidupan untuk saling menghargai akal pikiran melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta senantiasa mengembangkan kepedulian sosial, demokratis, mencintai kebersihan, berakhlak mulia, dengan sikap-sikap positif lainnya.[1]
Dari uraian di atas akan dibahas bagaimana perkembangan studi islam di dunia barat periode negara jerman.

1.2  RUMUSAN MASALAH

1.      Apa yang dimaksud dengan studi islam?
2.      Bagaimana periodesasi islam di jerman?
3.      Bagaimana orientasi dan metode masuk nya islam ke jerman?
4.      Bagaimana tantangan dan prospek islam di jerman?



BAB II

PEMBAHASAN

2.1 STUDI ISLAM
Studi islam adalah suatu kajian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan islam. Dalam studi islam terdapat usaha untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang kajian yang berhubungan dengan agama islam, baik mengenai ajaran, sejarah, ataupun praktik pelaksaan secara nyata. Studi Islam diarahkan pada kajian keislaman yang mengarah pada tiga hal: 1) Islam yang tunduk dan berserah diri kepada Allah SWT, 2) Islam yang mengarah pada keselamatan dunia dan akhirat, Islam membimbing umat nya untuk selalu berbuat kebajikan dan menjauhi larangan, 3) Islam yang damai.[2]
Studi keislaman tidak hanya dipelajari dari kalangan islam, mereka dari kalangan non muslim pun mempelajari mengenai studi islam. Tujuan dari kalangan umat islam adalah untuk memahami dan memdalami tentang kajian islam agar mereka dapat melaksanakan serta mengamalkan nya dengan benar. Sedangkan dari kalangan non muslim mempelajari studi islam untuk mempelajari asal-usul dan praktik agama yang ada dalam islam, mereka hanya menjadikannya sebagai ilmu pengetahuan pada umum nya (islamologi), mereka disebut dengan kaum orientalis. Pembelajaran yang dilakukan oleh kaum non muslim lebih mengarah pada pengetahuan tentang kekuranga serta kelemahan yang ada dalam ajaran islam, serta dalam praktik kehidupan sehari-hari. Tak sedikit diantara kaum orientalis yang memberikan pandangan objektif yang bersifat ilmiah terhadap islam. Pandangan seperti itu tentu saja sangat bermanfaat untuk pengembangan studi keislaman di kalangan umat islam.[3]


2.2 PERIODESASI JERMAN
Masyarakat islam di negara jerman mengalami perkembang yang pesat dan terus mengalami kemajuan,berawal dari masuknya bangsa turki ke wilayah negara jerman menjadi awal dari keberadaan orang-orang islam di negara jerman, peristiwa tersebut merupakan respon perlawanan terhadap kolonialisme bangsa barat dari negara turki di awal abad ke 17. Mereka tidak hanya singgah untuk sementara tapi mereka menetap dan berketurunan di wilayah negara jerman. Teknologi di negara eropa berkembang dengan pesat dan membangkitkan industri-industri di eropa, hal ini membuat warga turki dan timur tengah bermigrasi ke eropa termasuk ke negara jerman untuk mencari pekerjaan.
Negara jerman merupakan negara maju yang dijadikan target bisnis dan pendidikan oleh para profesional, pebisnis, pekerja dan mahasiswa negara india, pakistan, serta asia tenggara, mereka datang ke negara jerman dan menetap. Serta banyak warga muslim libanon, palestina, afganistan, aljazair, iran dan bosnia yang datang ke jerman untuk mengungsi karena di negara mereka terjadi perang. Hal tersebut menjadikan islam masuk lebih luas ke wilayah jerman.[4] Dengan jumlah berkisar 3,7 juta jiwa penduduk muslim di jerman menjadikan negara ini sebagai salah satu negara yang jumlah penduduk muslim nya tergolong besar di eropa. Lebih dari 2 juta orang penduduk muslim di jerman adalah keturunan turki. Paska terjadi nya perang salib jerman mulai menerapkan toleransi beragama dan budaya. Saat itu lah negara-negara di eropa lebih mengenal islam dan hubungan antara Jerman dan Islam pun berlanjut. Frederick Wiliam I mendirikan masjid di Postdam pada tahun 1739, itu merupakan sebagai tanda bahwa islam sudah mulai diterima di jerman. Islam pertama kali berkembang di Jerman pada abad 18 yaitu  pada saat perjanjian diplomatik, militer, dan ekonomi dengan Kekaisaran Ottoman.[5]
Selain itu banyak nya pelajar barat yang datang ke jazirah arab untuk belajar dan mereka berhasil menerjemahkan karya-karya ilmuan muslim ke dalam bahasa latin. Ini menjadikan masa gemilang sekaligus pencerahan dan revolusi industri yang mengakibatkan eropa maju. Selama hampir tiga abad jazirah arabiyah khususnya andalusia menjadi sumber cahaya bagi eropa dengan memberikan manfaat dari ilmu dan budaya islam.

2.3  ORIENTASI DAN METODE
Ø  ORIENTASI
     Repubilk Federal Jerman atau disebut Bundesrepubilk  Deutschland dalam bahasa Jerman adalah negara dengan bentuk federasi di Eropa Barat. Dengan 16 negara bagian, penduduk nya berkisar 82 juta jiwa, Jerman menjadi anggota kunci dari Organisasi Uni Eropa. Agama yang dianggap mayoritas pertama adalah kumpulan agama Kristian dengan 53 juta penganut. Kemudian Islam dengan penganut sebesar 3,3 juta penganut, sisanya penganut agama lain atau tidak beragama. Angka 3,3 juta  penganut terbilang besar karena agama lain selain kumpulan Kristian tidak mencapai 1% dari penduduk total atau bila digabungkan sama dengan 340 ribu penduduk yang beragama selain Islam dan Kristen.[6] Kepercayaan islam sebenar nya berkembang di dunia Timur Tengah karena pada awal nya Eropa merupakan benua yang mayoritas penduduk nya adalah orang-orang romawi. Karena banyak nya pedagang islam dan muslim lain nya yang mengajarkan agama islam kepada orang-orang dari negara lain membuat islam mulai bekembang dakwahnya. Islam masuk ke jerman setelah terjadi nya perang salib, karena saat itu toleransi beragama di negara jerman mulai diterapkan. Keberadaan Muslim di Jerman sangat membantu pembangunan Jerman karena itulah Muslim tidak musnah.[7] Peningkatan jumlah penduduk di jerman sangat pesat dan cepat, berkisar 40 persen umat islam di jerman berumur dibawah 18 tahun. Ini menjadikan jerman termasuk kelompok ketiga terbesar selepas kaum protestan dan katolik. Besar nya populasi muslim di jerman menjadikan negara jerman sebagai negara yang kuat. Di negara jerman masjid merupakan tempat bagi kaum muslimin untuk saling mengenal dan menyatukan antara kelompok satu dengan yang lain nya serta untuk meraih rasa percaya diri. Islam memiliki dukungan untuk menjadi agama mayoritas Islam di Jerman terutama UUD Jerman yang menyebutkan tentang toleransi beragama serta melalui dukungan lembaga dan organisasi Islam yang sengaja dibentuk untuk memfasilitasi warga Muslim yang ada di Jerman. Banyak nya para imigran dan angka kelahiran yang bertambah menjadikan banyak nya pendukung pemeluk islam di jerman.

Ø  METODE
ü  Melalui banyak nya imigran muslim dari dunia timur di negara jerman.
ü  Ada nya para pelajar barat yang melakukan studi ke jazirah arab, andalusia.
ü  Adanya kelompok penerjemah karya ilmuan-ilmuan ke bahasa latin.
ü  Melalui pendidikan islam formal.
ü  Masjid, sebagai tempat ibadah sekaligus tempat pengajaran, pertemuan sosial keagamaan serta pusat bisnis.

Perkembangan islam serta komunitas muslim di negara jerman memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat jerman. Mereka tidak lagi mengidentikan agama muslim sebagai agama para imigran tetapi agama yang berasal dari kehidupan sendiri.

2.4  TANTANGAN DAN PROSPEK
Ø  TANTANGAN
Banyak tantangan yang dihadapi muslim di eropa terutama bahaya terorisme, ini disebabkan karena meningkat nya arus migrasi dan jumlah imigran serta jumlah penduduk muslim di eropa. Masuknya imigran Muslim ke eropa tidak hanya menambah permasalahan tentang keberagaman yang dapat memicu konflik antar agama, tetapi dalam membuat kebijakan sikap pemerintah turut dipengaruhi oleh pola demokrasi dari penduduk muslim yang telah banyak menjadi penduduk eropa. Pemerintah dituntut menerapkan kebijakan tanpa membuat kelompok muslim merasa terdiskriminasi.[8] Dalam menerapkan kebijakan terhadap para penduduk muslim yang ada di eropa, pemerintah mendirikan sebuah dewan konsultasi muslim sebagai bentuk kepedulian pemerintah eropa terhadap aspirasi penduduk eropa. Dewan konsultatif tersebut berperan sebagai perantara resmi dari kelompok muslim yang menghubungkan dengan pemerintah resmi negara. Dewan ini juga dapat terhubung dengan masyarakat sipil yang beragama lain selain islam. Pemerintah mengharapkan adanya hubungan yang jauh dari konflik antara kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan kepentingan dalam hal agama dan kepercayaan. Namun ada saja hal yang menyebabkan masyarakat Muslim di Eropa merasa terdiskriminasi, seperti di sisi lain gereja masih dapat menikmati keistimewaan tertentu ini sebabkan karena pola hubungan pemerintah eropa dengan gereja masih sangat erat. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menyediakan dewan konsultatif muslim sebagai perantara berdialog dengan perwakilan resmi negara dan masyarakat sipil lainnya, justru menyebabkan kelompok muslim ternyata tidak memiliki akses langsung untuk berinteraksi dengan masyarakateropa itu sendiri. Sebenarnya pemerintah perlu meningkatkan akses bagi masyarakat muslim untuk dapat berintraksi langsung dalam kebudayaan dan masyarakat eropa dibandingkan dengan menyediakan lembaga resmi yang justru membuat masyarakat muslim merasa terpinggirkan. Di samping itu pemerintah seharus nya juga menerapkan kebebasan kepada masyarakat muslim dengan memperbolehkan masyarakat muslim mendirikan simbol-simbol islam, seperti masjid dan lembaga islam seperti sekolah islam dan kebebasan berorganisasi dengan memenuhi peraturan yang telah ditetapkan di tiap-tiap neraga eropa.[9]     

Ø  PROSPEK
Kita dapat melihat dari cara ekonomi bahwa prospek integrasi penduduk Muslim di Eropa. Dalam menjalankan industrinya Eropa sangat membutuhkan tenaga kerja. Sebab itu bagi Eropa untuk memperlakukan migran sangatlah penting, terutama migran Muslim dengan baik karena sangatlah penting bagi pemerintah Eropa untuk aktif mengintegrasi penduduk Muslim supaya kebutuhan akan tenaga kerja bisa terpenuhi dan roda perekonomian di Eropa bisa terus meningkat. Umat muslim di Eropa juga bisa memperluas pola pikirnya mengenai suatu perkawinan. Hal ini bisa meningkatkan fertilitas di negeri Eropa dan bisa melahirkan suatu generasi baru di Eropa untuk suatu kepentingan pembangunan di Eropa itu sendiri. Karena itulah sebuah komunikasi baik antara pemerintah Eropa dengan masyarakat Muslim bisa dibangun.[10]
Menurut data statistik tentang jumlah imigran muslim di tahun 2050 benua eropa diprediksikan akan menjadi benua Islam. Bukan hanya statistik jumlah Imigran muslim saja yang menentukan jumlah Muslim di negara-negara Eropa. Tingkat kelahiran orang Muslim juga menentukan, karena sudah banyak keluarga-keluarga yang memeluk Islam banyak orang juga menyetujui tentang Islam sebagai agama mayoritas di negara Jermanbahkan  pemerintahan Jerman juga menyerukan bahwa tahun 2025, jerman akan menjadi negara islam. Lembaga Islam di Jerman sangat menyetujui tentang fakta bahwa Jerman akan menjadi negara dengan mayoritas agama Islam pada tahun 2025.[11]

BAB III
PENUTUP

·         Sebagian dari penduduk islam jerman adalah penduduk asli turki, proses masuk nya islam  tidak terlepas dari kolonialisme terhadap bangsa barat abad ke 17 selain itu disesabkan adanya gerakan penerjemah kitab yaitu  para pelajar barat yang melakukan studi ke jazirah arab, andalusia.
·         Negara jerman merupakan negara maju yang dijadikan target bisnis dan pendidikan oleh para pebisnis profesinal dan kaum pelajar.
·         Kemajuan eropa yang terus berkembang tidak terlepas dari ilmu studi islam yang berkembang di periode klasik.
·         Sampai sekarang Islam tetap berkembang di Jerman,  jumlah penganutnya terus berkembang hingga diprediksikan di tahun 2025 jerman akan menjadi negara islam.









DAFTAR PUSTAKA

Studyislam.blogspot.com
Rialint.blogspot.com
fyustiazari-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-1206...




[1] Rialint.blogspot.com

[2] Studyislam.blogspot.com
[3] Studyislam.blogspot.com
                                [5] http://prabowo-yulianto.blogspot.com/2010/11/sejarah-masuknya-islam-di-jerman.html 
[8] Fyustiazari-fisip12.web.unair.ac.id
[9] fyustiazari-fisip12.web.unair.ac.id/artikel_detail-1206...
[10] Fyustiazari-fisip12.web.unair.ac.id     

0 Response to "Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Perkembangan Studi Islam di Jerman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel