Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Perkembangan Studi Islam di Belanda

METODOLOGI STUDI ISLAM
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Perkembangan Studi Islam di Barat
(Studi Islam di Belanda)
Dosen pengampu : Dedi Wahyudi, M.Pd.I


Disusun oleh :
MUHAMMAD AFIF RIFAI
NPM :1501050124

KELAS : PGMI B

JURUSAN TARBIYAH
PNDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO
SEMESTER GANJIL 2015/2016






KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan tugas mandiri saya ini dengan baik. Ucapkan trimakasih kepada bapak Dedi Wahudi, M.Pd.I yang memberikan amanah tugas ini kepada saya. Dan juga kepada kedua orangtua saya yang telah mendukung dan menfasilitasi dalam menyelesaikan tugas ini.
            Penulisan makalah saya ini adalah sebagai salah satu dari tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam, makalah ini membahas tentang Perkembangan Studi Islam di Barat.
            Dalam penulisan makalah saya ini masih banyak kesalahan dan kekurang yang perlu diperbaiki. Maka dari itu saya meminta kritik dan saran untuk pembuatan makalah menjadi yang lebih baik.terimakasih




Metro, 14  September 2015

Penulis



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Peradaban barat berkembang sangat pesat di tahun 1250-1800M, berkembangya peradaban ini tak jauh dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagian besarterpengaruh oleh ilmu pengetahuan islam. Seperti yang kita tahu bahwa Spanyol di masa pemerintahan Bani umayyah yang merupakan salah satu tempat di Eropa dalam penyerapan peradaban islam yang baik dalam bentuk sosial, politik, bahkan perekonomian juga peradaban antar suatu negara.
Sejarah perkembangan islam sangatlah diminati berbagai kalangan peneliti, dari yang sarjana muslim maupun non muslim atau yang disebut kalangan orientalisme. Banyak manfaat yang bisa di dapat dari peneliatian tersebut salah satunya pemahaman baru tentang ilmu pengetahuan.
Di zaman dulu, bagi para peneliti non muslim selain untuk menambah ilmu pengetahuannya, terkadang bermaksud mencari suatu kelemahan juga kekuatan umat Islam supayamereka bisa menjajah dsb.
Sadar atau tidaknya umat islam, informasi sejarah islam sampai saat ini masih banyak diungkap oleh sarjana-sarjana barat (non muslim). Ini terjadi karena masyarakat Barat memiliki sifat etos keilmuan yang tinggidan didukung fasilitas serta dana yang memadai dan kemauan politik yang kuat dari pemimpinnya. Sedangkankan banyak peneliti muslim yang memiliki etos keilmuan yang rendah dantidak didukung keahlian dalam bidang penelitian yang memadai, dana,bahkandukungan dari politik yang masih sangat minim.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat diambil suatu rumusan masalah sebagai berikut:
a.       Apa pengertian Studi Islam ?
b.      Bagaimana Perkembangan Studi Islam di Barat ?
c.       Bagaimana Studi Islam di Belanda ?
d.      Apa saja kajian yang dibahas dalam Studi Islam di Barat ?
e.       Apa Tujuan kalangan Barat mempelajari Studi Islam ?
Dari rumusan masalah tersebut itulah yang akan dibahas dalam makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Studi Islam
Studi islam adalah ilmu pengetahuan yang pembelajarannya mengenai kajian-kajian islam, dalam bahasa arab dikenal dengan istilah Dirasah Islamiyah danDalam bahasa barat dikenal dengan Islamic Studies.

B.  Perkembangan Studi Islam di Barat
Perkembangan islam di barat dikelompokkan menjadi dua,yaitu: (1) tahun 8M yaitu waktu dimana Islam berjaya, seperti di Spanyol Islam berjayadari tahun 13 M, (2) dan pada Tahun 16M adalah runtuhnya Islam, dan barat menguasainya hingga saat ini:
1.      Fase Kejayaan Muslim
Dalam dunia muslim perkembangan sejarah Studi Islam, hubungan pertama antara dunia Barat dengan dunia muslim yaitu lewat kontak di dalam perguruan tinggi. Banyak para tokoh-tokoh dan ilmuan yang datang di perguruan tinggi muslim untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi. Seperti di Baghdad dan di Kairo adalah perguruan tinggi Islam di dunia timur, dan Cordova adalah perguruan tinggi di Barat.
Fase pertama kontak antara dunia muslim dan barat adalah penyalinan berbagai manuskrip menjadi bahasa latin, itu dimulai sejak abad 13M sampai bangkitnya zaman renaissance[1] di eropa sejak abad 14M. Dari penyalinan berbagai karya ilmiah dari manuskrip Arab ini, terbukalah jalan bagi parapengembang cabang-cabang ilmiah tersebut di Barat. Sesudah aliran empirisme[2] yang diugkapkan oleh Francis Bacon menguasai alam pikiran di Barat laluberkembanglah observasi juga eksperimen. Sejak ilmu-ilmu yang dulunya dikembangkan oleh Islam masuk ke Eropa lalu dikembangkan oleh mereka para sarjana-sarjana Barat, rasanya banyak ilmu atau teori-teori mereka yang tidak sejalan dengan Islam. Misalkan paham sekuler[3] dan sejenisnya. Sebab itu, sebagian ilmuan melakukan usaha guna pembersihan.
2.      Fase Renaissance / Runtuhnya Muslim
Di abad renaissance Eropa banyak menguasai dunia untuk mencari mata dagangan dan komersialserta penyebaran agama.Datangnya muslim pada fase kedua di dunia barat, terutama eropa barat berlatar belakang atas dua alasan pokok, yaitu: (1) sebuah alasan politik dan (2) sebuah alasan ekonomi. Alasan politik merupakan kesepakatan antara kedua belah negara, yaitu yang satu sebagai bekas penjajah dan yang satunya sebagai bekas jajahan. Misalnya negara Perancis punya sebuah kesepakatan dengan negara bekas jajahannya, bahwa penduduk bekas jajahannya dulu boleh masuk ke Negara Perancis tanpa adanya pembatasan. Maka masuknya muslim dari negara Afrika Barat dan Afrika Utara, terutama dari negara Algeria ke Perancis. Adapun alasan ekonomi yaitu untuk memenuh tenaga buruh yang dikembangkan oleh negara-negara Barat. Untuk menutupi kebutuhan di negara Belgia, Jerman,serta Belanda yang mengambil dari buruh yang berada Turki, Maroko, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya, sementara negara seperti Inggris juga sering mendatangkan buruh dari negara penjajahanya. Muslim yang ada di eropa barat di katagorikan menjadi dua yaitu penduduk asli danpendatang.

C.  Studi Islam di Belanda
Di Leiden Universiti perkembangan studi islam menjadi pembahasan  yang cukup baik di negara Belanda. Di universitas belanda mempunyai koleksi perpustakaan yang sangat bagus mengenai kajian islam yang memadai. Bahkan di unversitas Leiden University juga memiliki manuskrip-manuskrip tentang Islam, yang di negara-negara lain banyak yang sudah tidak terurus bahkan sudah banyak yang hilang. Sekarang Banyak dosen-dosen dari perguruan tinggi indonesia yang melanjutkan studi nya di universitas belanda, Pada perkembangan terdapat  kajian-kajian keislaman, di universitas Leiden University juga mengadakan kerja sama dengan beberapa lembaga. Salah satu kerja samanya yaitu kerja sama dengan Departemen Agama Republik Indonesia.Indonesian-Nederlands Cooperations in Islamic Studies (INIS) adalah nama kerja samanya. Dari INIS ini,dilahrikanlah berbagai hasil penelitian Islam di Indonesia. Bahkan, telah banyak yang dikirim para dosen dari Belanda untuk mengajar di suatu perguruan-perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Dosen-dosen tersebut diantaranya adalah Karel Stenbrink (1988-1991),  Martin Van Bruinessen (1991-1994), dan Johan Hendrik Moulemen (1994-1998).
Yang dimaksud dalam Islamisasidi sub bahasan ini adalah merujuk pada suatu batasan pengertian yaitu suatu proses yang tak pernah berhenti sejak dari datang-nya Islam yang pertama kali, dari penerimaan dan penyebarannya yang lebih lanjut. Dari pengertian ini, ditemukan data yang akurat bahwasannya proses islamisasi di Belanda baru dimulai pada abad ke-19. Yang artinya bahwa kedatangan Islam di Belanda sedikit terlambat kalau dibandingkan dari negara lainnya.
Di urut dari tahun 1960an sejarah umat muslim di belanda saat dimana koloni Belanda mendatangkan tenaga asing, yang kebanyakan dari kawasan mediterian karena disana kekurangan tenaga kerja. Imigran,Maroko, Turki, Tunisia, Pakistan,Suriname, Urganda,Aljazair, Mesir, Irak, Indonesia dan sebagainya.
Dan tenaga-tenaga kerja itu pada umumnya menganut agama Islam dan merekapun terpencar di seluruh negeri Belanda. Dengan datangnya muslim sebagai “pekerja tamu” di Belanda, ini mengindikasikan bahwasanya populasi umat muslim di sana bertambah dan jelas proses Islamisasi di Belanda dari permulaan tahun 1960 memiliki arti yang sangat signifikan dalam upaya penyebaran Agama Islam  yang  lebih lanjut melalui sebuah gerakandakwah.
Ahmadiyah mendirikan Mesjid Mubarak merupakan masjid pertama Pada tahun 1953 yang ada di Negara Belanda dan mereka menerbitkan Alquran edisi Arab-Belandapada tahun 1955,De Heilige Qor’an  yang disebut dengan kitap suci alquran
Selain Ahmadiyah, ada juga kelompok pertama Muslim Sunni di Belanda berasal dari tentara KNIL (Koninklijke Nederlandse Indicshe Leger)sejak pada tahun 1951 keluarganya banyak yang datang kebelanda. sebagian besar dari tentara KNIL (yang berjumlah 12.000 orang)yang beragama Kristen, ada juga sebagian kecil yang beragama Islam, yang kira-kira berjumlah 200 orang yang berasal dari indonesia. berkat usaha pemimpin muslim Akhmad Tan yang kharismatik, kelompok beragama Islam bisa menetap di dalam kamp Wijldemaerk.mendirikan Mesjid Sunniyang di dirikan oleh muslim suni dan ahmadiyah di negara Belanda, perkembangan industri yang ada di Belanda memerlukan tenaga kerja yang tidak bisa penuhi oleh tenaga kerja sekitar tahun 1960. Masalah ini membuat kepemerintah Belanda agar mengizinkan tenaga kerja masuk dalam jumlah yang besar dari,Tunisia, Maroko,Turki, Indonesia, Pakistan,Urganda,Suriname,Aljazair, Irak, Mesir, dan sebagainya. Tenaga kerja tersebut kebanyakan yang beragama islam dan mereka di pisahkandiseluruh negeri Belanda. Dengan kedatangan para migrasi muslim sebagai pekerjadi Belanda, ini menyababkan bahwa populasi umat muslim di sana menjadi bertambah dan jelas saja proses Islamisasi di negeri kincir angin ini dimulai sejak tahun 1960 secara signifikan dalam upaya penyebaran Islam yang lebih lanjut melalui sebuah gerakan dakwah.
Masuk di tahun 1970-an, dakwah di negeri Belanda, terkordinir dalam suatu wadah organisasi yang disebut dengan Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME), terbentuk pada 12 April 1971. Dalam pembetukan PPME di Den Haag inidihadiri, antara lain; Gusdur (Abdurrahman Wahid) umat muslim di Belanda banyak mengalami perkembangan tiap tahunnya, memasuki tahun 1990-an umat Islam di Belanda jumlahnya menempati posisi ketiga (3,7%), di tahun 2000-an, pasca peledakan gedung kembar WTC pada 11 September 2002, perkembangan Islam sangat menggembirakan. Karena, hampir setiap bulannya ada tiga orang warga Belanda yang masuk Islam.
Di Belanda ditemukan sebanyak 302 masjid yang didirikan oleh kaum imigran muslim. Ini adalah hal yang menarik atas kedatangan umat muslim di Belanda, mereka berdasarkan atas ras dan juga bangsanya mendirikan masjid-masjid. Sehingga, ditemukan sebanyak 194 masjid yang dibangun oleh para imigran muslim Turki, 94 masjid yang dibangun oleh para imigran muslim Maroko, ada 1 masjid yang dibangun oleh imigran muslim Indonesia, dan 13masjid dibangun oleh imigran muslim Suriname.
Adailmuwan di sana yang mengungkapkanbahwastudiislam di belandasetelahperangdunia II masih dianggapmerupakanrefleksidariakaranggapanbahwaislam yangbermusuhandengan Kristen, jugapandangan tentangislam adalah agama yangtidakpatut di anut. Dan Belakangan jugaadasifatcondongobyektif yang tertulisdalambrosur-brosur, bahwastudiislam di belandalebih mengedepakanpadapemahamanislam di Indonesia tertentu, namunkurangmenekankandalamaspeksejarahnyaislamitusendiri.
Di Negara ini, pemahamanislam di lakukan di UniversitasLaiden. InimerupakanUniversitas yang begituintensmemperjuangkan padakajianislam untukmenjadibagiandarilembagakajian diuniversitasini. Terdapatkoleksiperpustakaankajianislam yang memadai. Bahkan, terdapatberbagai manuskriptentangislam yang berasaldariNegara-Negara yang darinegeriasalnya, berbagaimanuskripini nampaktidakterurus, bahkan ada yangsudahhilang.

D.    Bidang kajian Studi Islam di Barat
Seperti yang kita ketahui, yang dikelompokkan sebagai studi Islam yaitu:Al-Quran/tafsir, fiqh/hukum Islam,hadits/ilmu hadits, tasawuf,teologi/ilmu kalam, filsafat Islam, sejarah Islam, dan bahasa Arab. Belakangan ini masuk juga dalam kajian studi Islam adalah pembaruan pemikiran Islam, pendidikan Islam,dakwah Islam, Ekonomi Islam dan Politik Islam. Semua bidang-bidang studi Islam ini sudah dipelajari oleh para kaum orientalis Barat dengan takaran intensitas yang berbeda. Berikut ini penjelasan singkat tentang studi Islam yang sudah dipelajari oleh kaum orientalis Barat:
Pertama,  tasawuf.  Kaum orientalis yang mempelajari kajian tasawuf ini diantaranya adalah: S.M. Zwemmer dan A.J.Arbery. Pembahasan mereka tentang tasawuf, umumnya ditujukan untuk menempatkan tasawuf Islam sebagai kelas ke dua, atau hasil jiplakan dari tasawuf yang dikembangkan kaum nasrani.
Kedua, dakwah. Kaum orientalis yang mempelajari kajian tasawuf ini diantaranya adalah: Thomas W. Arnold, bukunya “The Preaching of Islam”. menggambarkan bahwa Islam disebarkan menggunakan pedang dan berbagai cara pemaksaan.
Ketiga,pendidikan Islam. Kaum orientalis yang mempelajari kajian tasawuf ini diantaranya adalah: Michael Stanton,bukunya “The Higher Learning of Islam” (Pendidikan Tinggi Islam), dan Karl Stremmbrink dengan  buku pesantren, Madrasah, dan sekolah. Di dalam buku-buku ini mereka membicarakan perihal sejarah pertumbuhan serta perkembangan lembaga pendidikan Islam dari tingkat dasar sampai ke perguruan tinggi, dimulai dari sederhana hingga yang tinggi, seperti kuttab, masjid, madrasah, dan observatorium.[4]

E.     Tujuan Barat Mempelajari Islam
Terdapat berbagai tujuan yang diingin tercapainya oleh orang Barat yang mempelajari Islam, yaitu:
Pertama, menarik simpati umat Islam. Dengan mengkaji Islam, diharapkan masyarakat Islam tidak lagi menaruh rasa benci, curiga ataupun ragu-ragu dalam menerima kehadiran orang Barat.
Kedua, melemahkan Islam dari dalam, contohnya dengan cara mengambil sebuah kesimpulan yang salah tentang Al-Qur’an, Al-Sunnah, dan fiqh.
Ketiga, menunjukkan superioritas mereka sebagai orang Barat. Mereka Ilmuwan Bara (orientalis)mereka merasa bahwa “Barat” adalah “guru” dalam segala hal, khususnya logika dan pearadaban.
Keempat,memperjuangkan doktrin-doktrin mereka yang sejatinya tidak boleh dikritik. Diantaranya adalah dua  doktrin inti, yakni bahwa Al-Qur’an dalam pandangan insan Barat bukanlah kalam Allah, dan Muhammad bukanlah Rasul Allah.
Kelima, kepentingan berbagai negara tertentu  yang menandai pemahaman kajian tersebut.[5]

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Studi Islam yakni ilmu pengetahuan yang pembelajarannya mengenai kajian-kajian islam, dalam bahasa arab dikenal dengan istilah Dirasah Islamiyah danDalam bahasa barat dikenal dengan Islamic Studies.
Kontak Islam dengan Barat (Eropa) dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yakni: di masa kejayaan Islam (abad ke 8 M) kalau lihat Spanyol adalah abad 13 M, dan di masa renaissance / runtuhnya muslim, dimana Barat yang berjaya (selama abad ke 16 M) sampai sekarang.
Di Leiden Universiti perkembangan studi islam menjadi pembahasan  yang cukup baik di negara Belanda. Di universitas belanda mempunyai koleksi perpustakaan yang sangat bagus mengenai kajian islam yang memadai. Bahkan di unversitas Leiden University juga memiliki manuskrip-manuskrip tentang Islam, yang di negara-negara lain banyak yang sudah tidak terurus bahkan sudah banyak yang hilang.
Seperti yang kita ketahui, yang dikelompokkan sebagai studi Islam yaitu:Al-Quran/tafsir, fiqh/hukum Islam,hadits/ilmu hadits, tasawuf,teologi/ilmu kalam, filsafat Islam, sejarah Islam, dan bahasa Arab. Belakangan ini masuk juga dalam kajian studi Islam adalah pembaruan pemikiran Islam, pendidikan Islam,dakwah Islam, Ekonomi Islam dan Politik Islam. Semua bidang ini di kaji oleh para kaum orientalis.
Tujuan kaum Barat mengkaji islam adalah sebagai berikut, menarik simpati umat Islam,melemahkan Islam dari dalammemperjuangkan doktrin-doktrin mereka yang sejatinya tidak boleh dikritik, kepentingan berbagai negara tertentu  yang menandai pemahaman kajian tersebut.
B.  Saran
Semoga makalah ini bisa membantu dalam menambah pengetahuan kita, saya tahu bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu krintik juga saran sangat saya butuhkan untuk kedepannya agar saya bisa membuat makalah yang jauh lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA
Prof.Dr.H. Abudin Nata.MA., Studi Islam Komprehensif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011)







[1]Zaman Renaissance adalah sebuah gerakan budaya yang berkembang pada periode kira-kira dari abad 14 – 17M yang dimulai di Italia pada abad pertengahan akhir dan kemudian menyebar ke seluruh eropa meskipun pemakaian kertas dan penemuan barang mental mempercepat menyebarkan ide-idenya dari abad 15M hingga seterusnya, perubahan Renaissance tdak terjadi secara bersama meupun dapat dirasakan diseluruh Eropa.
[2]Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia.
[3] Paham sekuler adalah idelogi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dari agama atatu kepercayaannya.
[4]Prof.Dr.H. Abudin Nata.MA., Studi Islam Komprehensif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011) hlm. 551
[5] Ibid 552-553

0 Response to "Makalah MSI (Metodologi Studi Islam) Perkembangan Studi Islam di Belanda"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 (Link)

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel